Efisien dalam pemakaian kertas, dengan mengurangi penggunaan kertas untuk hal yang tidak penting, seperti salah tulis, salah ketik atau salah cetak, merupakan ide lama untuk mewujudkan manajemen yang efektif.

Dalam era pandemi Covid-19, mengurangi pemakaian kertas bukan sekadar langkah efisien yang mendatangkan manfaat secara ekonomi, lebih dari itu juga turut berkontribusi dalam upaya membatasi penyebaran pandemi Covid-19 yang telah banyak memakan korban jiwa.

Kampanye “New Normal” atau Kenormalan Baru dalam rangka membatasi penyebaran Pandemi Covid-19, dengan salah satu pesan utama selalu jaga jarak dan batasi kontak, merupakan momentum untuk mulai membatasi penggunaan kertas dalam aktifitas di berbagai bidang, disinyalir berpotensi menjadi media penularan Covid-19 jika menyentuh dokumen kertas yang sama dengan orang penderita Covid-19, penggunaan media kertas makin dikurangi bahkan ditiadakan, kecuali untuk hal-hal yang sangat penting dan tidak tergantikan, seperti penerbitan dokumen sertifikat.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Magelang, yang mulai memberlakukan surat menyurat atau administrasi tanpa menggunakan kertas alias paperless (kompas.com, 17/03/2020). Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, dokter Spesialis Penyakit Dalam, menyarankan agar di masa Kenormalan Baru, lebih banyak bekerja dengan memanfaatkan teknologi serta mengurangi pemakaian kertas untuk mengindari paparan bakteri dari kertas yang banyak berpindah tangan. “Untuk berbagai bidang pun demikian cenderung semua dilakukan paperless, rapat sebaiknya daring melalui video conference rapat diluar diminimalkan,” ungkap dr. Ari (tribunnews.com, 27/05/2020).

Seiring masa pandemi Covid-19 yang belum jelas sampai kapan akan berakhir, dalam suasana Kenormalan Baru yang terus berlanjut, makin banyak aktifitas manual yang digantikan dengan digital. Pertemuan tatap muka yang digantikan dengan sistem daring, media masa cetak yang selalu menyertakan versi digital dalam setiap penerbitannya, penerbitan versi digital buku-buku pelajaran sekolah, maupun pembuatan dokumen dalam format digital, menunjukkan pandemi Covid-19 menjadi momentum positif bagi banyak pihak untuk mengurangi pemakaian kertas untuk selanjutnya mulai beralih ke media digital yang bebas kertas.